Back to homepage

Demografis

Demografi dan Kependudukan

Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka, jumlah penduduk Kabupaten Kolaka pada tahun 2013 tercatat sebanyak 223.381 jiwa yang terdiri dari 114.023 penduduk laki-laki (51,04 %) dan 109.358 penduduk perempuan (48,96%) yang tersebar di 12 kecamatan dengan kepadatan penduduk rata-rata 68,41 jiwa/km2. Rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Kolaka adalah 104, artinya bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 104 penduduk laki-laki.

 

Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kabupaten Kolaka Tahun 2009-2013

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK (JIWA)

JUMLAH (JIWA)

KEPADATAN (JIWA/KM2)

RASIO JENIS KELAMIN

L

P

2009

287.246

146.448

140.758

41

104

2010

315.232

161.914

153.318

45

106

2011

321.506

165.137

156.369

46

106

2012

329.343

169.161

160.182

47

106

2013*

228.602

116.690

111.912

69

104

Sumber : BPS, 2014

Ket.:  * = setelah pemekaran Kolaka Timur

 

Jumlah penduduk Kabupaten Kolaka dari tahun 2009-2012 terus mengalami peningkatan dengan pertumbuhan rata-rata selama tiga tahun terakhir mencapai 2,3 %. Sedangkan pada tahun 2013 terjadi penurunan jumlah penduduk yang disebabkan oleh terbentuknya daerah otonomi baru Kabupaten Kolaka Timur. Kepadatan penduduk di Kabupaten Kolaka cukup padat di banding dengan Kolaka Utara dan Kolaka Timur yang merupakan wilayah pemekaran dari kabupaten Kolaka. Rata-rata kepadatan penduduk 69 jiwa perkilometer. Artinya setiap satu kilometer dihuni olkeh penduduk sebanyak 69 orang.

 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Kabupaten Kolaka Tahun 2013

KECAMATAN

PENDUDUK

KEPADATAN (JIWA/KM2)

L

P

JUMLAH

Iwoimendaa

3.846

3.839

7.685

27

Wolo

9.623

9.244

18.867

50

Samaturu

11.659

11.381

23.040

41

Latambaga

15.290

14.879

30.169

100

Kolaka

20.042

19.530

39.572

179

Wundulako

10.444

9.905

20.349

167

Baula

5.713

5.372

11.085

64

Pomalaa

15.733

15.138

30.871

91

Tanggetada

7.546

7.025

14.571

35

Polinggona

3.789

3.323

7.112

150

Watubangga

8.061

7.450

15.511

40

Toari

4.944

4.826

9.770

113

KOLAKA

116.690

111.912

228.602

69

Sumber : BPS, 2014

Kecamatan Kolaka merupakan daerah yang paling banyak penduduknya dibandingkan dengan kecamatan lainnya yakni sebanyak 39.572 jiwa, sedangkan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Polinggona dengan jumlah penduduk 7.112 jiwa. Konsentrasi penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Kolaka dengan tingkat kepadatan 179 jiwa/km2 dan wundulako yang merupakan daerah perkotaan. Sementara tingkat kepadatan terendah di Kecamatan Iwoimendaa dengan tingkat kepadatan 27 jiwa/km2.

Tingkat Kesejahteraan Penduduk tiap Kecamatan

Masyarakat Kabupaten Kolaka sebagian besar mencari nafkah dan bekerja di sektor pertanian dan perikanan. Sejak lama masyarakat telah mengembangkan perkebunan kakao. Di Sulawei Tenggara, selain Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur merupakan penghasil kakao. Sentra perkebunan kakao yang diusahakan oleh masyarakat tersebar di Kecamatan Wolo, Samaturu, Latambaga, Watubangga, Baula, Tanggetada dan Kecamatan Pomalaa.

Disamping kakao, cengkeh dan lada juga merupakan  tanaman perkebunan yang diusahakan oleh masyarakat. Budidaya cengkeh dikembangkan masyarakat yang tinggal di Kecamatan Latambaga, Kolaka, Wolo, Samaturu, Tanggetada, Baula, Wundulako, Pomalaa dan Kecamatan Watubangga. Sedangkan tanaman lada banyak diusahakan oleh penduduk di Kecamatan Tanggetada, Wolo, Baula, Samaturu, Wundulako, Latambaga, Watubangga, Polinggona, Pomalaa, dan Toari.

Hasil perkebunan masyarakat seperti kakao dan cengkeh umumnya dijual ke luar daerah seperti di provinsi Sulawesi Selatan untuk keperluan industri. Sementara hasil lada di jual jual untuk konsumsi lokal dan antar pulau atau antar daerah. wilayah Kabupaten Kolaka yang strategis dengan fasilitas pelabuhan dan dermaga yang besar serta jalan transportasi darat yang baik, lancar menghubungkan ke berbagai daerah.

Peternakan besar dan kecil banyak diusahakan masyarakat di Kecamatan Watubangga,Wolo, Tanggetada, Toari dan Polinggona. Peternakan unggas banyak diusahakan di Kecamatan Baula. Umumnya hasil peternakan digunakan untuk memenuhi konsumsi lokal.

Letak Kabupaten Kolaka yang berada di pesisir pantai membentang di sepanjang Teluk Bone menyebabkan sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Di kecamatan-kecamatan seperti Watubangga, Tanggetada, Pomalaa, Wundulako, Kolaka, Latambaga, Wolo, Samaturu dan Toari banyak masyarakat yang bekerja sebagai nelayan tangkap. Hasil tangkapannya, selain untuk konsumsi lokal, juga biasanya untuk di kirim ke kabupaten  sekitarnya seperti Kolaka Timur dan Kolaka Utara atau ke Sulawesi Selatan. Untuk keperluan industri perikanan, pemerintah menyediakan kawasan pengolahan ikan di kelurahan Mangolo Kecamatan Latambaga.

Pengembangan wilayah dan sentra perekonomian secara signifikan belum memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang hidup dalam kategori garis kemiskinan. Pada tahun 2013, saat Kabupaten Kolaka Timur belum berpisah dengan Kabupaten Kolaka,jumlah penduduk yang hidup dalam garis kemiskinan sebesr 275.682 jiwa (BPS RI dalam Kolaka dalam Angka, 2014). Hal itu menunjukkan jumlah penduduk yang rentan terhadap kondisi miskin.Dari jumlah tersebut, 56.348 diantaranya adalah penduduk miskin.

Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Kolaka termasuk tinggi apabila dibandingkan dengan kabupaten/ kota lainnya di Sulawesi Tenggara. Kabupaten Kolaka menempati urutan kedua setelah Kabupaten Kolaka Utara dengan jumlah penduduk miskin  yang tinggi, yaitu 16,20% dari keseluruhan jumlah penduduk kabupaten Kolaka (Kolaka dalam Angka, 2014. Namun dari data BPS Kabupaten Kolaka, diketahui bahwa persentase penduduk miskin mengalamai peningkatan pada tahun 2013. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya standar nilai pengeluaran untuk makan dan non makanan perbulan (Poverty line). Berikut data garis kemiskinan dan jumlah penduduk miskin Kabupaten Kolaka, dapat dicermati pada tabel

Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Kolaka Tahun 2009-2013

Tahun

Garis Kemiskinan

(Rupiah/Kapita/Bulan)

Penduduk Miskin

Jumlah

Persentase (%)

2009

228.060

64.150

22.46

2010

243.451

59.700

18.91

2011

258/963

56.887

17.69

2012

275.463

51.787

15.72

2013

275.682

56.348

16.20

Sumber: Kabupaten Kolaka dalam Angka (2014)

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012  terjadi penurunan jumlah pendududk miskin. Dari tahun 2009-2010 penurunan cukup signifikan sekitar  3,55%. Tahun-tahun selanjutnya penurunan berkisar 1,3%-1,9%. Peningkatan jumlah penduduk miskin relatif bertambah sedikit pada tahun 2013 sekitar 0,48.

Dalam rangka memetakan penduduk miskin di Kabupaten Kolaka maka pemerintah setempat membuat klasifikasi keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Tabel 4.3 menunjukkan jumlah keluarga  berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

Pembagian klasifikasi tingkat kesejahteraan keluarga di nilai berdasarkan kemampuan pemenuhan terhadap tiga kebutuhan yang ditetapkan oleh BKKBN, yaitu:

  1. Kebutuhan dasar (basical needs), yang terdiri dari variabel sandang, pangan, papan, dan kesehatan
  2. Kebutuhan sosial psikologi (social psychological needs), terdiri dari variabel pendidikan, rekreasi, transportasi, interaksi sosial internal dan eksternal
  3. Kebutuhan pengembangan (Development needs) meliputi variabel tabungan, pendidikan khusus, dan akses terhadap informasi. (Sunarti, 2011)

Berdasarkan hal tersebut, maka pengertian keluarga pra sejahtera yaitu keluarga‑keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) secara minimal, seperti kebutuhan  akan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan

Jumlah Keluarga Berdasarkan Klasifikasi Kabupaten Kolaka di tiap Kecamatan

Kecamatan

Pra Sejahtera

Keluarga Sejahtera

Jumlah Total

I

II

III

III+

Wundulako

120

1583

1535

821

44

4103

Kolaka

411

1096

3774

2290

730

8301

Pomalaa

502

1484

2686

1668

309

6649

Watubangga

52

646

2390

1023

41

4152

Wolo

278

620

3151

490

0

4539

Baula

338

818

1351

244

38

2789

Latambaga

448

1402

2438

1315

407

6010

Tanggetada

779

925

935

318

0

2957

Samaturu

220

813

3096

714

256

5099

Toari

291

523

885

600

35

2334

Polinggona

133

285

794

410

2

1624

Iwoimendaa

141

366

1012

268

0

1787

Jumlah

3713

10561

24047

10161

1862

50344

Sumber: Kabupaten Kolaka dalam Angka, 2014

Keluarga sejahtera tahap I yaitu keluarga‑keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial psikologisnya (socio psychological needs), seperti kebutuhan ibadah, makan protein hewani, pakaian, ruang untuk interaksi keluarga, dalam keadaan sehat, mempunyai penghasilan, bisa baca tulis latin dan keluarga berencana.

Keluarga sejahtera tahap II yaitu keluarga‑keluarga yang disamping  telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, juga telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan sosial psikologisnya, akan tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan pengembangannya (developmental needs) seperti kebutuhan untuk peningkatan agama, menabung, berinteraksi dalam keluarga, ikut melaksanakan kegiatan dalam masyarakat dan mampu memperoleh informasi dari media.

Keluarga sejahtera tahap III yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan sosial psikologis dan kebutuhan pengembangannya, namun belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) yang maksimal terhadap masyarakat, seperti secara teratur (waktu tertentu) memberikan sumbangan dalam bentuk material dan keuangan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan serta berperanserta secara aktif dengan menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan atau yayasan‑yayasan sosial, keagamaan, kesenian, olah-raga, pendidikan dan sebagainya.

Keluarga sejahtera tahap III Plus yaitu keluarga‑keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhannya, baik yang bersifat dasar, sosial psikologis maupun yang bersifat pengembangan serta telah dapat pula memberikan sumbangan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Sunarti, 2011)

Berdasarkan pada tabel dapat dilihat bahwa Kecamatan Tanggetada, Pomalaa, Latambaga dan Kolaka merupakan kecamatan-kecamatan dengan jumlah keluarga pras sejahtera yang tinggi. Kecamatan dengan jumlah keluarga pra sejahtera yang rendah  terdapat di Watubangga, lalu disusul oleh Wundulako, Polinggona dan Iwoimenda, Secara keseluruhan, persentase keluarga pra sejahtera  di kabupaten Kolaka adalah 7,38%.

Jumlah keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan sosial psikologinya sebanyak 71,65%. Itu berarti tingkat kesejahteraan rata-rata penduduk Kabupaten Kolaka cukup baik. Namun, keberadaan keluarga pra sejahtera yang cukup signifikan, merupakan tantangan bagi pemerintah Kabupaten Kolaka untuk meningkatkan taraf hidup mereka agar tidak berada di bawah garis kemiskinan dan mampu hidup mandiri seperti keluarga lainnya.

Pada tabel juga dapat dicermati bahwa 10.561 keluarga atau 20,98% dari keseluruhan jumlah keluaraga di kabupaten Kolaka rentan menjadi miskin karena hanya mampu memenuhi kebutuhan dasarnya tapi belum mampu memenuhi kebutuhan sosiopsochologinya. Umumnya keluarga dalam kategori ini memilih untuk tidak memenuhi kebutuhan pendidikan jika diperhadapkan pada kondisi yang riskan untuk memilih diantara pemenuhan kebutuhan sandang, papan dan pangan. Keberadaan masyarakat miskin dan jumlah masyarakat yang rentan miskin dalam banyak kasus memiliki anak-anak yang memiliki tingkat pendidikan rendah dan putus sekolah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan memenuhi keperluan sekolah bagi anak, dan kuga penggunaan tenaga anak untuk mencari nafkah (pekerja anak).