Entaskan Kemiskinan, Kementan Launching Program Bekerja di Kolaka

By Ismail Marzuki 08 Okt 2019, 07:26:28 WIBEkonomi

Entaskan Kemiskinan, Kementan Launching Program Bekerja di Kolaka

Keterangan Gambar : DIRJEN HORTIKULTURA KEMENTRIAN PERTANIAN, LIFERDI LUKMAN SAAT MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA ACARA LAUNCHING PROGRAM BEKERJA DI KECAMATAN BAULA, KABUPATEN KOLAKA, KAMIS (3/10). FOTO: NENO/ KOLAKA POS


Direktur Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan), Liferdi Lukman resmi melauncing program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) sub sektor hortikultura di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Kamis (3/10).

Dalam sambutannya Liferdi Lukman mengatakan, di tengah upaya peningkatan produksi pangan, Kementan mulai tahun 2018 lalu fokus pada program pengentasan kemiskinan melalui program Bekerja. Sebab, program Bekerja dianggap mumpuni guna memastikan pengentasan kemiskinan masyarakat pedesaan dan peningkatan kesejahteraan berbasis pertanian.

“Konsep dari program bekerja ini pada dasarnya sederhana namun dinilai tepat guna. Setiap rumah tangga miskin diberikan bantuan paket kegiatan produktif sehingga diharapkan mampu mencukupi konsumsi sehari-hari sekaligus meningkatkan pendapatan melalui budidaya sayuran, buah-buahan, pemeliharaan ternak ayam, serta pemeliharaan tanaman durian. Harapannya dalam jangka pendek bisa mendapatkan hasil dari hasil tanam sayuran, dan jangan menengah dari ternak ayam, sedangkan untuk jangka panjang bisa memperoleh dari tanaman durian. Selain untuk meningkatkan pendapatan hasil dari budidaya sayuran bisa meningkatkan status keluarga penerima manfaat,” ungkapnya.

Hingga 2019 ini, kata Liferdi, jumlah penerima manfaat sektor hortikultura tercatat 54.373 RTM dan 53 kelompok tani yang tersebar pada 14 kabupaten dan di 11 provinsi di seluruh Indonesia. Kabupaten Kolaka menjadi salah satu kabupaten terpilih untuk percontohan program Bekerja berbasis pertanian, perkebunan, dan peternakan. “Kita harapkan ke depannya dengan adanya program Bekerja ini, kabupaten Kolaka akan menjadi ikon hortikultura yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kolaka yang diwakili oleh Asisten I Setda Kolaka, Mustajab mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak Kementan yang secara kongkrit mendukung upaya penuntasan kemiskinan di Bumi Mekongga Kolaka. “Kami yakin dan percaya niat tulus dari jajaran kementrian pertanian dalam melaksanakan program ini akan dapat mendapatkan imbalan dari Allah SWT. Upaya kementrian pertanian dalam menuntaskan kemiskinan melalui kegiatan produktif ini sangat sesuai dengan komitmen kami selaku Pemda Kolaka,” kata Mustajab.

Ia menambahkan, konsep pengentasan kemiskinan yang dikembangkan oleh Kementan dalam bentuk paket kegiatan produktif dinilai sangat tepat dikembangkan di Kolaka. “Kami di Kabupaten Kolaka memiliki banyak potensi baik itu, pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan yang melimpah potensi tersebut sangat memungkinkan untuk dikelola sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat Kolaka,” terangnya.

Pada dasarnya, kata Mustajab, yang bisa menuntaskan kemiskinan yaitu rumah tangga itu sendiri. Pemerintah dan pihak terkait hanyalah fasilitator. “Karena itu penguatan mindset berfikir masyarakat untuk bisa berubah karena tidak ada masyarakat yang ingin hidup dalam kemiskinan, tapi kemiskinan juga bukan kutukan atau bawahan lahir. Makanya harus ada komitmen dari penerima manfaat agar bisa mengunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (k9)

 

Sumber : https://kolakaposnews.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook